Sutan Bhatoegana Setelah Divonis 12 Tahun Penjara, Beginilah Kondisi Nya Sekarang

untitled-8

Pada April 2016 yang lalu, Mahkamah Agung (MA) akhirnya memperberat hukuman penjara selama 12 tahun bagi mantan Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Sutan Bhatoegana. Namun, mantan politikus Partai Demokrat tersebut dikabarkan sedang terbaring sakit.

“Kami turut prihatin dengan keadaan kesehatan Pak Sutan. Kami tentu berharap yang bersangkutan segera lekas sembuh,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Priharsa Nugraha, Selasa (25/10/2016)
Informasi itu juga dibenarkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung, Dedy Handoko. Dia menyatakan jika warga binaan yang mendekam di lapasnya itu tengah jatuh sakit.

“Pak Sutan kena sakit kanker hati, liver,” kata Dedy, Selasa (25/10/2016)

Masih menurut Dedy, disebutkan jika Sutan dirawat di Rumah Sakit Hermina Arcamanik karena sakitnya tersebut.

“Dia dirujuk ke RS Medistra setelah kondisinya semakin memburuk,” ujar Dedy.

Sementara itu, berkaitan dengan kasusnya, KPK menyatakan jika sampai saat ini pihaknya belum memerlukan kesaksian Sutan dalam melakukan pengembangan kasus.

“Kalau dibutuhkan sebagai saksi tentu kami statusnya meminjam kepada Ditjen Pas. Karenanya kami berharap segera membaik keadaannya,” ucap Priharsa.

Seperti diketahui sebelumnya jika Sutan terpidana kasus korupsi pembahasan APBN 2013 di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dirawat di rumah sakit.

Pada 19 Agustus 2015, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan Sutan terbukti menerima uang secara tidak langsung senilai 140.000 dollar AS dari Waryono Karno dan 200.000 dollar AS dari Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini serta bangunan seluas 1.194,38 meter persegi dari Saleh Abdul Malik selaku Komisaris PT Sam Mitra Mandiri.

Sutan divonis hukuman 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Setelah banding, Makamah Agung (MA) malah memperberat hukumannya menjadi penjara selama 12 tahun. Tidak hanya itu, Sutan juga dikenai denda Rp 500 juta subsider delapan bulan penjara. MA juga mengabulkan tuntutan jaksa untuk merampas tanah seluas 1.194,38 meter persegi di Medan, Sumatera Utara, dan sebuah mobil Toyota Alphard.

Karir politik Sutan juga berakhir karena MA Sutan juga dilarang untuk dipilih lagi menjadi pejabat negara.

“Diberikan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih untuk menjadi pejabat publik,” ujar Juru Bicara Mahkamah Agung Suhadi,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s