Ini Hal yang Ditakutkan Ahok Jika Kalah di Pilkada

untitled-6

Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama memiliki segudang rencana buat membenahi Ibu Kota. Dirinya berambisi ikut Pilkada DKI 2017 buat merealisasikan impiannya menyejahterakan rakyat dan menjadikan Jakarta setara Ibu Kota di negara maju.

Ahok mengatakan, dirinya tidak masalah jika tidak terpilih lagi asal penggantinya lebih baik dan memiliki visi misi menyejahterakan rakyat. Sebab, kata Ahok, jika dirinya kalah dan jadi wiraswasta, dirinya takut tidak memiliki kuasa buat menyejahterakan rakyat secara menyeluruh.

“Kalau saya kerja di luar (swasta) saya nggak bisa menolong banyak orang miskin,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2016).

Ahok tidak pernah memikirkan bagaimana mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan selama kampaye. Dirinya menjadi pejabat untuk menolong warga yang selama ini
tidak terlayani dengan baik karena kekacauan birokrasi serta kurang maksimalnya sistem pemerintahan.

“Ga mikir balik modal lah ya. Cuma mikirin program yang baik buat rakyat dan berharap Ibu Kota selalu dipimpin orang terbaik,” ujar Ahok.

Ahok menjelaskan, jika menjadi gubernur ia bisa menolong warga miskin di seluruh Jakarta melaui kebijakan dan program-program yang dibuat. Selain itu, ia bisa mengawasi program itu sehingga dapat langsung dirasakan masyarakat.

Contohnya, iuran jaminan kesehatan yang disubsidi oleh Dinas Kesehatan, subsidi tarif bus TransJakarta, program Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Saya kalau bagi uang Rp1 miliar ke 200 orang habis. Tapi kalau jadi pejabat, seluruh Jakarta saya bisa jamin. Kalau orang enggak bisa masuk RSUD, lapor saya, nanti saya tangani. Saya bisa bantu orang Bodetabek untuk tinggalkan kendaraannya dan hanya bayar Rp3.500 ke Jakarta,” katanya.

Ahok mengatakan, dana kampanye yang dibutuhkan sekitar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar. Dana tersebut untuk merekrut saksi-saksi serta memberikan pelatihan.

Hal itu bisa diatasi jika empat partai pengusung merekrut saksi dan memberikan pelatihan. “Bisa saja parpol merekrut dan memberi pelatihan. Seperti PDIP kan sudah pakai uangnya sendiri,” ujarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s